Wakili Indonesia di Maroco, Bupati Minut Dr. Jone Ganda Tampil Sebagai Pembicara Sekaligus Finalis UCLG Peace Prize 2026

139704.jpg

Minut – Sangat membanggakan bagi Kab. Minahasa Utara (Minut) Prov. Sulawesi Utara (Sulut), wakili Indonesia – Asia Pasific, Bupati Minut Dr. Joune J.E Ganda,SE.,MAP.,MM.,M.Si tampil sebagai pembicara sekaligus finalis dalam ajang bergengsi UCLG Peace Prize 2026 yang diselenggarakan pada rangkaian UCLG World Congress 2026 di Tangier, Maroko.

Kab. Minahasa Utara, di tangan Bupati Dr. Joune J.E Ganda, Minut menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang berhasil masuk dalam lima besar finalis penghargaan dunia tersebut. Empat finalis lainnya berasal dari Ekuador, Brasil, Kenya, dan Sudan Selatan.

Dalam sesi final bertajuk “Enhancing Peace in Our Communities: Stories from the UCLG Peace Prize 2026 Finalists”, Bupati Joune Ganda memaparkan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mencegah konflik antarumat beragama melalui tata kelola pemerintahan yang inklusif, penguatan dialog lintas agama, serta pembangunan kepercayaan masyarakat berbasis komunitas.

Bupati Dr Joune J.E Ganda dalam presentasinya menyampaikan, keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog, memperkuat toleransi, dan memastikan seluruh elemen masyarakat merasa menjadi bagian dari pembangunan.

Terkait keikutsertaan Minahasa Utara dalam final UCLG Peace Prize merupakan pengakuan dunia internasional terhadap keberhasilan daerah dalam membangun dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Berbagai program kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan dinilai berhasil memperkuat perdamaian dan mencegah potensi konflik di tingkat lokal.

Dalam realese berita yang diterima oleh media ini, Bupati Dr.Joune J.E Ganda mengatakan, ajang final ini menjadi tahap penentuan untuk memilih satu pemenang UCLG Peace Prize 2026 dari lima finalis yang ada. Penilaian dilakukan berdasarkan presentasi, dampak program, inovasi, keberlanjutan, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan perdamaian di daerah masing-masing. Pemenang UCLG Peace Prize 2026 nantinya tidak hanya memperoleh pengakuan internasional, tetapi juga akan mendapatkan dukungan pendanaan dan pendampingan untuk pengembangan program perdamaian di daerah, sehingga manfaat dari inisiatif yang telah dijalankan dapat diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Dan tentunya, partisipasi Kabupaten Minahasa Utara pada ajang internasional ini semakin mempertegas posisi daerah sebagai salah satu contoh praktik baik pembangunan perdamaian di tingkat lokal, sekaligus membawa nama Indonesia dan kawasan Asia Pasifik dalam forum global yang dihadiri para pemimpin daerah dari berbagai negara” ujar Bupati Joune Ganda sembari menambahkan kebanggaannya dapat mengharumkan nama Kabupaten Minahasa Utara di kanca internasional untuk kesekian kalinya. (Uky)