Kolaborasi Pemda Minut Dan Polri, TNI Dan Stakeholder Minut Perkuat Ketahanan Pangan Sejahtrakan Petani Di Minut

1000008601.jpg

Minut ( www.radiotrendyfm.com ) – Rabu, 09 Juli 2025, Pemerintah Kab. Minahasa Utara (Minut) berkolaborasi dengan Polri TNI dan Stakeholder bersama para Kelopok Tani Minut melakukan kegiatan  “Penanaman Jagung Serentak Kuartal lll, Dan Penanaman Jagung Di Lahan Perhutanan Sosial” bertempat di Desa Laikit Kecamatan Dimembe.

Bupati Joune Ganda yang diwakili oleh Sekertaris daerah (Sekda) Novly Wowiling usai melakukan penanaman benih Jagung kepada media ini mengatakan bahwa, hal ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam meningkatkan pembangunan daerah.
Dengan penanaman jagung di lahan seluas 15 hektare dengan jenis benih jagung NK Sumo dan Bisi, Bupati Minut Joune Ganda melalui Sekertaris daerah Novly Wowiling berharap dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lanjut Wowiling, jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian khususnya di Minut, sehingga Bapak Bupati Joune Ganda sangat optimis, dimana dengan kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda), Kelompok Tani, Kepolisian, dan TNI, dirinya yakin produksi jagung di Minut dan Provinsi Sulawesi Utara akan meningkat secara signifikan. untuk itu, harapan Bupati, adanya sinergi lintas sektor ini akan membawa keberhasilan budidaya jagung di Minut dan mendukung terwujudnya swasembada pangan.

Terkait sektor pertanian ini, Sekda Wowiling mengutip apa yang telah disampaikan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Roycke Harry Langie sangat mendukung penuh, yang mana pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Menteri Pertanian RI dan Komisi IV DPR RI untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya mesin pengering hasil panen (dryer).

Pada kesempatan itu juga, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, mengungkapkan kepada para awak media, bahwa penanaman jagung di lahan perhutanan sosial Desa Laikit, Minahasa Utara, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung di daerah tersebut. Dengan lahan yang relatif datar dan tidak timpang, Desa Laikit dipilih sebagai lokasi penanaman jagung, dimana menurut Kapolda, pihaknya telah melaporkan kepada Menteri Pertanian RI yang mana telah menanam jagung di lahan seluas 250 hektare, dengan dukungan lebih dari 3.000 personel dari berbagai unsur. Jenis benih yang digunakan termasuk BC dan NK Sumo, dengan potensi hasil antara 8-12 ton per hektare. Hasil panen kuartal I dan II tercatat mencapai 37 ton, Kapolda juga menargetkan peningkatan produksi ke depan, seiring dengan permintaan alat pengering hasil pertanian yang diajukan 141 kelompok tani di Sulawesi Utara kepada Kementerian Pertanian. Dengan demikian, Sulawesi Utara berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil jagung utama di Indonesia.

Lanjut Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke H Langie, mengungkapkan bahwa penanaman jagung di lahan perhutanan sosial Desa Laikit, Minahasa Utara, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung di daerah tersebut. Dengan lahan yang relatif datar dan tidak timpang, Desa Laikit dipilih sebagai lokasi penanaman jagung.

 

Pada kesempatan itu juga, selain menanam benih jagung, Sekda Minut juga melakukan penanaman bibit pohon dan buah di lokasi yang sama, menunjukkan komitmen Pemda untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.  (Uky)