Inovasi Digital PUSDALOPS Minut Di Aplikasi SI GESIT Di Apresiasi Oleh Tim Dewan Pengarah BNPB Pusat

1000012793.jpg

Minut _ www.radiotrendyfm.com – Selasa, 25 November 2025, kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Minahasa Utara (Minut) dikunjungi oleh Tim Dewan Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam Tim Pengarah BNPB Pusat ini terdiri dari Victor Rembet, Rudi Phadmanto, dan Mayjen TNI (Purn) Moch. Luthfie Beta  disambut baik oleh Kepala Pelaksana BPBD Minut, Theodore Lumingkewas didampingi Sekretaris BPBD Gerald Dotolung beserta jajaran.

Kepada awak media, Victor Rembet menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), yang didukung Bank Dunia dan dijalankan BNPB di berbagai daerah, termasuk Minahasa Utara. Dan <span;>hasil monev, Pusdalops BPBD Minut berada di atas ekspektasi, yang mana ada empat komponen utama yang kami nilai semuanya terpenuhi dengan sangat baik, dan perlu ditekankan, keberhasilan Pusdalops Minut bukan hanya soal sistem, peralatan, atau SDM, tetapi juga didorong oleh political will serta dukungan penuh dari Bupati Joune Ganda, karena tanpa dukungan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, Pusdalops tidak akan berkembang menjadi unit strategis seperti saat ini.

Dikesempatan itu juga, Rudi Phadmanto  memberikan apresiasi terhadap inovasi digital Pusdalops Minut yang ada didalam aplikasi SI GESIT (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat) yang kini memasuki tahap finalisasi.
Menurut Phadmanto, inovasi ini menjadi terobosan karena belum dimiliki daerah lain, yang n<span;>antinya aplikasi ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana di Minahasa Utara, sehingga tercipta masyarakat yang lebih siap dan harmonis menghadapi potensi bencana.

Pada kesempatan itu juga, mantan KASDAM XIII/Merdeka Mayjen Luthfie Beta menegaskan, betapa pentingnya kejelasan peran dalam setiap unsur penanggulangan bencana. Karena harus jelas siapa dan berbuat apa, karena ini sangat menentukan saat insiden agar tidak terjadi kepanikan. Selain itu, penyusunan SOP yang diiringi latihan berkelanjutan melalui simulasi agar seluruh personel memahami prosedur. (Uky)