Minut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) dalam menindaklanjuti hasil “Rakornas Pengendalian Inflasi” yang telah digelar pada Minggu, I Juni 2026, terkait melonjaknya harga komoditas strategis seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan komoditas pangan lainnya, maka Pemkab Minut melakukan upaya pengendalian inflasi melalui perjanjian kerjasama business to business sebagai tindak lanjut dari MOU dengan Pemkab Gorontalo pada tanggal 10 Maret 2026 yang lalu di Hotel Sentra Manado. Sehingga dalam konteks tersebut, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Klabat sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis sebagai instrumen dari Pemkab Minut dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Senin, 15 Juni 2026, Pemkab Minut yang diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Ir. Novly Wowiling, M.Si di dampingi Asisten ll Bidang Pembangunan dan Ekonomi ‘Drs. Robby Parengkuan, Direktur Utama Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat ‘Lidya Katuuk’, Kepala Badan Keuangan dan Aset Carla Sigarlaki’, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ‘Bobby Najoan’ menghadiri undangan sekaligus melakukan Penandatanganan Kerjasama Antar Daerah dan Capacity Building (Pengembangan Kapasitas) antara Pemkab Minut dan Kab. Gorontalo di Kabupaten Gorontalo.
Mewakili Sekda Minut Ir. Novly Wowiling, kepada Wartawan media ini Dirut PUD Klabat Lidya Katuuk menuturkan, untuk peranan BUMD salah satunya dalam upaya pengendalian inflasi yakni bertujuan meningkatkan Ekonomi di Kab. Minahasa Utara.
Dirut Lidya menjelaskan, Pemkab Minut sesuai dengan arahan Presiden RI, yang mana pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas utama dikarenakan antara lain menjaga daya beli Masyarakat, menjaga ketahanan pangan, sampai menurunkan kesenjangan wilayah. Jadi BUMD bukan hanya entitas bisnis daerah, melainkan memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi.
Ungkap Dirut Lidya, untuk Minut sendiri ada beberapa poin Penandatanganan Kerjasama antar daerah ini di Kab. Gorontalo, dimana ada beberapa poin inflasi daerah dan tantangan pada Minahasa Utara, yakni :
> Ketergantungan Pasokan Dari Luar Daerah
> Biaya Logistik Relatif Tinggi
> Distribusi Pangan Belum Merata
> Fluktuasi (tidak stabil) Harga Musiman
> Ketergantungan Komoditas Tertentu
> Pengaruh Cuaca Ekstrim
> Resiko Ganguan Rantai Pasok
Terkait hal ini Dirut Lidya mengatakan, jadi perlu adanya kerjasama dengan daerah lain. (Uky)
Minut – Senin, 15 Juni 2026 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Minahasa Utara (Minut)…
Minut _ www.radiotrendyfm.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawa kepemimpinan Bupati Dr. Joune…
Minut - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di era transformasi…
Minut - Dengan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah (IDR) terhadap mata uang Dolar ($)…
Minut - Mengisi kekosongan sebuah jabatan baik jabatan fungsional dan jabatan administator di lingkup Pemerintah…
Minut - Perusahan Terbatas (PT) Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM) lakukan trobosan dalam mendorong peningkatan…