Minut – Ancaman kemarau panjang khususnya di wilayah Kab. Minahasa Utara (Minut) belum dapat dipastikan kapan berakhir, hal ini tentunya secara otomatis mengakibatkan ketersediaan bahan pokok (bapok) terganggu, namun Pemerintah Kabupaten (pemkab) Minahasa Utara (minut)di bawah kepemimpinan Bupati Dr Joune J.E Ganda, SE.,MAP.,MM.,M.Si dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H.,M.H selaku pimpinan daerah tidak tinggal diam.
Terkait pengawasan ketersediaan bahan pokok untuk Warga Minut, Pemkab Minut melalui Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Minut terus melakukan pengawasan ketersediaan bahan pokok yang ada di 10 Kecamatan, sekaligus memperkuat langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau di tengah ancaman kemarau berkepanjangan.
Kepala Dinas Perdagangan Minut Maximillian Tapada,M.Sc saat ditemui Wartawan media ini, Rabu, 16 September 2026 di kantornya mengatakan, pengawasan kami lakukan lebih intens, dan bahan pokok di Minut tersedia walau-pun harganya meningkat, dan Pemkab Minut akan terus berkoordinasi dengan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, terlebih khusus pada Dinas Pertanian dan Dinas Pangan Provinsi terkait ketersediaan yang ada. Dan selain itu, Pemkab Minut akan terus adakan Pasar Murah bersubsidi dan Kios Inflasi. Segala upaya akan kita lakukan secara kolaborasi dan hanya beredar di wilayah kita khususnya Minahasa Utara.
Tapada menambahkan, dalam waktu dekat Dinas Perdagangan akan melakukan roadshow ke wilayah kepulauan. Sebanyak 18 desa di wilayah kepulauan Kabupaten Minahasa Utara akan dijangkau, bahkan hingga 2 sampai 3 kali kunjungan. Tidak hanya desa kepulauan, Desa di daratan juga akan kami jangkau dengan menggelar pasar murah bersubsidi. Kita akan bekerja sama dengan BUMN, dan juga pasar murah yang menggunakan dana APBD. (Uky)

