Minut – Selasa, 14 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si secara langsung menghadiri peresmian kemitraan strategis Indonesia-Denmark Swine Genetics Partnership yang digelar di The Dharmawangsa Jakarta, Kebayoran Baru.Kemitraan internasional ini digagas oleh PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) dengan menggandeng DanBred, perusahan raksasa genetika babi global asal Denmark. Kemitraan ini menandai babak baru industri peternakan tanah air dengan mendatangkan bibit premium langsung dari Denmark.
Terkait kemitraan ini, Bupati Dr. Joune J.E Ganda mengatakan, kemitraan ini membuka peluang besar bagi transfer teknologi dan peningkatan mutu genetik, sehinggah patut berbangga karena Minahasa Utara menjadi daerah pertama yang mempelopori kerja sama ini. Dan kita berharap dampaknya bisa langsung dirasakan oleh peternak lokal di daerah, sehinggah dapat meningkatkan produktivitas, serta membuka ruang bagi industri peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan ke depan.
Terkait adanya investasi ini, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minut, Richard J. H. Dondokambey, S.STP., M.AP., memastikan seluruh aspek legalitas megaproyek peternakan ini telah bersih dan klir sesuai aturan hukum. Seluruh proses perizinan operasional PT SOW telah berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mereka bergerak di bidang peternakan babi dengan kode KBLI 01450. Saat ini, pembangunan fasilitas peternakan atau ruang gestation (Kehamilan) seluas 1.090 meter persegi di atas total lahan 102.680 meter persegi sedang berjalan di lapangan.
Kadis PTSP Minut Richard menambahkan, Pemda terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan hak-hak masyarakat lokal terpenuhi. Korporasi yang dipimpin oleh Andreas Surjaputra selaku Direktur ini, terbukti merangkul potensi lokal dengan menunjuk Richard Sumendap, warga asli Desa Batu, sebagai penanggung jawab lapangan. Kami dari DPMPTSP akan terus mengawal perkembangan fisik proyek ini sembari menunggu penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) berkala dari pihak manajemen. Kami ingin memastikan investasi Rp20 miliar ini tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi baru dan membuka lapangan kerja luas bagi warga Likupang Selatan.
Masuknya genetika unggul Denmark melalui Minahasa Utara sebagai daerah pelopor ini diharapkan mampu mendongkrak standardisasi industri peternakan domestik, memperkuat ketahanan pangan regional, serta memberikan efek domino bagi kesejahteraan peternak rakyat di Sulawesi Utara. (Uky)

