Di Minut Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Sulit Didapati, Diduga Pemilik Pangkalan Jual Di Atas HET Pada Pengusaha

1000013372.png

Minut _ www.radiotrendyfm.com – Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg yang diberikan subsidi oleh Pemerintah untuk Masyarakat Miskin, yang mana sejak bulan Agustus hingga Desember Tahun 2025 ini di wilayah Airmadidi Kota sangat sulit didapati oleh Masyarakat Airmadidi dan sekitarnya yang ada di Kab. Minahasa Utara (Minut) untuk keperluan masak, hal ini sudah sering dikeluhkan oleh Masyarakat pengguna, namun sepertinya diacuhken oleh pihak terkait. Hal ini dikarenakan Masyarakat pengguna sering datangi beberapa Pangkalan untuk mendapatkan LPG tersebut yang ada di Airmadidi Kota, namun jawaban yang diterima hanyalah “Gas Habis”.
Salah satu warga Airmadidi yang identitasnya enggan dipublikasikan mengutarakan kekecewaannya kepada Media ini mengatakan, dirinya menduga penyaluran (jual) oleh pemilik pangkalan ada “permainan”. Ungkapnya “manaboleh ni Pangkalan sore hari baru kase turun tu tabung – tabung gas yang da isi, esok paginya so abis, padahal yang dia tau per KK dibolehkan hanya 2 tabung saja, dan itupun aturannya harus pakai identitas KTP”. Sehingga didugaannya kuat, pemilik pangkalan menjual sebagian Gas bersubsidi ini kepada yang memiliki usaha menengah keatas diatas HET, salah satu contoh peternak Ayam dan Rumah Makan yang berpendapatan besar.

Bupati Joune Ganda, usai kegiatan penyaluran bantuan di Atrium kantor bupati, Senin, 15 Desember 2025 ketika ditanya oleh Wartawan Media ini terkait ketersediaan stok LPG 3 Kg bersubsidi yang sulit didapati, yang mana Bupat menjelaskan bahwa, memang ini adalah kebijakan Nasional, setiap Daerah ada jatahnya, dan Kab. Minahasa Utara (Minut) sejak 1 bulan yang lalu kami sudah pantau mengenai kelangkaan ini, dan kami sudah lakukan pengecekan di setiap Pangkalan yang ada.

Ungkap Bupati Joune Ganda, informasi dari Pertamina bahwa jatah kuota untuk Minut sudah habis. Akan hal ini kami sudah memohon untuk penambahan kuota, jadi ini adalah langkah dari kami selaku Pemkab Minut melalui Dinas Perdagangan untuk mengisi menutupi kelangkaan LPG 3Kg bersubsidi ini dikarenakan menjelang Natal dan Tahun Baru, Dan mudah – mudahan pihak Pertamina bisa sesegera mungkin memenuhi harapan dari Pemerintah Kab. Minahasa Utara. (Uky)