Ternyata JG – KWL Punya Perhatian Serius Terhadap Tumbuh Kembang Anak Di Minut

img_20240221_204359794
Pengelolaan Segala Bentuk Administrasi PUD Klabat Sangat Terkontrol
February 21, 2024
IMG_20240305_134925
JG – KWL Terus Pikirkan Langkah Upaya Tekan Naiknya Harga Bahan Pokok Di Minut
March 5, 2024
img_20240227_141451577

Rakor Gugus Tugas KLA Minut

MinutSekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Novly Wowiling didampingi Kadis P3A Minut Hanny Tambany kepada sejumlah Wartawan usai membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak ( KLA ), Senin, 26 Februari 2024 di Kantor Bapelitbang Minut menuturkan, yang mana tumbuh kembang anak di Minut menjadi perhatian serius oleh Bupati Joune Ganda dan Wakil bupati Kevin W Lotulung, untuk itu komitmen dan sinergitas dari seluruh stakeholder yang ada.

Ungkap Sekda, yang mana Bupati menegaskan kiranya seluruh stakeholder yang ada terus berkomitmen dan tingkatkan sinergitas dalam memenuhi hak-hak serta perlindungan terhadap anak, karena saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus berupaya melakukan yang terbaik untuk meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk Tahun 2024.

Sekda menambahkan, sejak tahun 2022 Pemkab Minut mengalami peningkatan progres yang ditandai dengan perubahan penilaian dari kategori Pramatama menjadi Madya pada tahun 2023 dan untuk tahun 2024 ini, Pemkab Minut akan berupaya lebih maksimal guna mencapai penilaian yang lebih diatas lagi, sehingga dapat memenuhi kriteria dan penilaian sejumlah dokumen Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk Tahun 2024 melalui berbagai instansi kita mempertajam lagi program-progam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Minut Hanny Tambani menyampaikan, Rakor ini bertujuan untuk menyampaikan persepsi Gugus Tugas mengenai tahapan pengembangan KLA, serta melaksanakan sinkronisasi dan koordinasi program di masing- masing instansi,
sehingga dukungan dan upaya strategis dari seluruh perangkat daerah untuk mengembangkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Minahasa Utara sangat diperlukan.

Ungkap Tambany, indikator penilaian yang harus dipenuhi sangat banyak, kurang lebih ada lima klaster dan 26 indikator pemenuhan hak anak yang harus dipenuhi. Sehingga diperlukan keterlibatan dan kolaborasi sejumlah stakeholder seperti OPD terkait, dunia usaha, swasta, dan masyarakat. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *