PUD Klabat Lakukan Pembenahan Untuk Melindungi Aset Pemda Dan Kenyamanan Pedagang Pasar Tradisional

Evaluasi Kinerja SKPD Minut Sementara Berjalan, 26 Agustus Ini JG – KWL Masuk 6 Bulan Pimpin Minut
August 8, 2021
Dishub Minut Bakal Rekayasa Jalur Saat Pasar Tradisional Airmadidi Beroperasi
August 12, 2021

Selasa, 10 Agustus 2021

Minut – Lapak maupun Kios yang digunakan oleh pedagang/penjual di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam sitem kelola sampai pungutan retribusi merupakan kewenangan sepenuhnya dari Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat, yang mengacu pada Peraturan daerah (Perda)

Demikian yang diutarakan oleh Direktur utama (Dirut) Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat Maisye Dondokambey, Senin, 9 Agustus 2021, kepada media ini dikantornya.
Terkait ada keluhan pedagang pasar menyangkut kios tempat jualan yang akan di pungut sewa perKios Rp. 400.000,- perbulan, sangat memberatkan mereka, hal ini dikarenakan situasi masih dalam pandemi Covid 19, sehingga dengan alasan pendapatan dari penjualan barang dagangan sangatlah minim, mendapat tanggapan dari Dondokambey.

Menyangkut hal tersebut, Dirut menjelaskan, yang mana PUD Klabat tidak memberatkan pedagang, malahan melindungi pedagang yang menempati Kios, agar keapsahan menggunakan Kios tersebut tercatat di daftar pengguna Kios di kantor PUD Klabat, dan tidak ada lagi yang menggangu gugat terkait penggunaan Kios dari pedagang tersebut.

Sementara terkait penyewaan Kios, Dirut mengatakan, pihak PUD Klabat hanya mengacu pada Perda, dan bila mengikuti aturan pada Perda yang sebenarnya, penyewaan Kios bukan hanya Rp. 400. 000,- bahkan bisa lebih dari itu, sehingga diambil kebijakan oleh pihaknya untuk meringankan pedagang.

Dijelaskannya pula, Kios – Kios yang ada di pasar tradisional bukan milik pribadi, melainkan milik Pemerintah daerah (Pemda) Minut yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan diberikan kewenangan kepada pihak PUD Klabat untuk mengelola.
Diungkapkannya pula, ini merupakan pembenahan yang dilakukan agar pedagang yang menempati Kios meras terlindungi dari pungutan liar (Pungli), serta mencegah bila terjadi transaksi jual beli Kios, dikarenakan yang sewa Kios, namanya tercatat di PUD Klabat.

Dirut menambahkan, pedagang pasar tradisional adalah mitra kami, sehingga patut diberikan yang terbaik, dan ini sangat diperlukan dalam artian pemahaman dari pedagang yang menempati Kios, karena ini berbeda dengan retribusi pada pedagang yang hanya menggunakan lapak.
Untuk itu, dirinya mengharapkan kerjasama yang baik dari semua pedagang yang berjualan di pasar Tradisional yang ada di Minut. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *