Pandeirot Ditemukan Tidak Bernyawa Di Kamar Rumahnya

Disaksikan Ribuan Warga, Prosesi Cap Go Meh Di Kota Bitung Sukses Digelar
March 4, 2018
“Rukun Warga 14” Warga Perum Airmadidi Permai 1 Agendakan Kerja Bakti Setiap Minggu Pagi
March 6, 2018

Minggu, 04 Maret 2018

Minut – Hari Sabtu 03 Maret 2018, sekitar jam 19.00 Wita, warga Airmadidi Bawah dibuat heboh dengan ditemukannya mayat seorang perempuan paruh baya yang teridentifikasi bernama Ineke Pandeirot (65 tahun) warga Kelurahan Airmadidi Bawah lingkungan IV Kecamatan Airmadidi.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Alfarits Pattiwael yang dimintai konfirmasi terkait penemuan mayat ini mengatakan bahwa memang benar bahwa telah ditemukan mayat seorang perempuan atas nama Ineke Pandeirot di rumahnya sendiri oleh warga sekitar.
Adapun menurut Kapolres untuk kronologi berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diantaranya yaitu Julian Panambunan, warga Airmadidi Bawah lingkungan V, dimana pada hari Sabtu 03 Maret 2018 sekitar jam 19.00 mendapat informasi dari masyarakat bahwa rumah Keluarga Nangen Pandeirot dalam keadaan terbuka dan lampu rumah tidak dinyalakan. Oleh warga, Panambunan diminta untuk menyalakan lampu. Ketika telah menyalakan lampu ruang tamu, dirinya melihat ke kamar dan mendapati korban dalam posisi tidur menghadap tembok kamar. Karena menduga korban sedang tidur maka saksipun langsung keluar dan menyampaikan kepada wargs yang sedang menunggu di luar. Namun karena merasa curiga, warga kembali menyuruh saksi untuk kembali masuk ke kamar. Ketika kembali masuk, karena kamar dalam keadaan gelap maka saksi menggunakan senter dan diarahkan ke wajah korban.

Tutur Kapolres, alangkah kagetnya saksi saat melihat dari mulut korban ada darah yang keluar, dan ketika memegang kaki korban ternyata sudah dalam keadaan kaku. Mendapati kondisi korban seperti itu maka saksi langsung keluar dan menyampaikan kepada warga jika korban telah meninggal dunia. Selanjutnya bersama saksi Jehezkiel Atmoko dan Gideon Kambey langsung masuk ke kamar dan mengatur posisi korban.

Selanjutnya Kapolres menjelaskan yang mana korban adalah janda beranak empat, dimana salah satu anaknya, Jean Nangen yang sering menjenguk korban, sejak hari Rabu 28 Februari 2018 yang lalu pergi ke rumah suaminya di Manado, sementara untuk anak-anak yang lain dari korban masing-masing juga telah memiliki rumah sendiri.
Lebih lanjut Kapolres Minut ini juga menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP disimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan diduga korban meninggal karena sakit.
“Untuk korban, karena permintaan keluarga maka sudah tidak di autopsi dengan alasan karena memang tidak ada tanda-tanda terjadinya kekerasan”, pungkas Kapolres.(Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *