Kelangkaan LPG 3 Kg Bersubsidi Di Minut Sudah Mulai Terasa, Bidang Ekonomi Minut Tinjau Lapangan

Tim PORA Minut Tengah Berupaya Mengidentifikasi Pekerja Orang Asing Di Setiap Perusahan
September 5, 2018
Walau-pun Bersifat Wajib, Petugas Imunisasi MR Temui Kendala Di Kelurahan Airmadidi Atas (Kayu besi)
September 6, 2018

Kamis,06 September 2018

                                   Kabag Ekonomi Minut Gabby Musiran bersama Stafnya

 

Airmadidi – Sulitnya mendapatkan isi LPG 3 kg bersubsidi di Kecamatan Airmadidi Kab. Minahasa Utara (Minut) mulai dirasakan oleh masyarakat sejak dua minggu terakhir ini. Dari pantauan media ini, banyaknya masyarakat pengguna isi gas bersubsidi untuk keperluan masak sehari – hari, terlebih ibu – ibu rumah tangga yang berlalu-lalang mencari isi gas bersubsidi ini.

Ibu Sandra warga Kelurahan Airmadidi Atas mengakui betapa sulitnya mendapatkan isi gas bersubsidi ini, dimana setiap pangkalan LPG 3 Kg yang ada diseputaran Airmadidi yang didatanginya mengatakan “Habis”. Padahal selang 1 jam sebelum itu, dirinya mendapatkan informasi dari tetangga, dimana ada pangkalan yang baru mendapat suplai isi gas 3kg dari agen LPG.

Akan hali ini, dirinya merasa heran dikarenakan isi gas bersubsidi ini ada tersedia di sejumlah warung, namun di jual dengan harga cukup tinggi yakni kisaran 35 ribu sampai 45 ribu Rupiah. Harga tersebut menurut pemilik warung, dimana isi tabung gas ini didapati dari kota Bitung. Sehingga, mau tak mau dirinya harus membeli dikarenakan sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk masak.

Menanggapi hal tersebut, Gabby Musiran selaku Kepala bagian (Kabag) Ekonomi Minut diruang kantornya, Rabu, 05 September 2018 mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi kelangkaan tersebut dan ini sementara dilakukan peninjauan turun lapangan ,untuk melakukan pendataan sekaligus mencari tahu apa yang menyebabkan masyarakat pengguna LPG 3 Kg bersubsidi ini sangat kesulitan mendapatkannya.

Dikatakannya pula, untuk warung – warung yang menjual LPG 3 Kg bersubsidi ini dengan jumlah yang banyak akan ditelusuri oleh pihaknya, demikian juga dengan rumah – rumah makan yang tak layak lagi menggunakan gas bersubsidi ini, karena gas bersubsidi ini untuk masyarakat yang pendapatan perbulannya dibawah 1,5 Juta Rupiah.(Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *