Hari Ini, Bagian LPSE Minut Ikut Asesmen Penilaian Faktual 17 Standar Secara Daring

Enoch Bekali Kepsek SD Di Minut Dalam Penggunaan Dana BOS
December 23, 2021
Delon Himbau Masyarakat Minut Patuhi Maklumat Kepolisian
December 31, 2021

Minut – Hari ini, Selasa 28 Desember 2021, pemerintah kab. Minahasa Utara (Minut) melalui bidang Pengadaan Barang dan Jasa sekertariat daerah, akan mengikuti asesmen penilaian faktual 17 standar LPSE Minut oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa RI secara dalam jaringan (daring).
Namun sebelumnya, Senin, 27 Desember 2021, Bupati Joune J. E. Ganda, SE (JG) bersama Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung, SH., MH (KWL) didampingi Sekretaris Daerah Drs. Rivino Dondokambey, meninjau secara langsung di bagian LPSE untuk memastikan kesiapan dalam mengikuti acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Joune J. E. Ganda menyempatkan diri untuk merekam sambutan sebagai Bupati Minut, untuk video teaser yang akan menjadi salah satu bahan penilaian LKPP-RI.
Bupati mengatakan, transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang mampu bersaing dengan negara lain. Namun, transformasi tersebut harus mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indonesia.
Sehingga, Kabupaten Minahasa Utara, melalui kepemimpinan saya, Joune Ganda dan Kevin Lotulung sangat mendukung penuh dan mendorong Gerakan Transformasi Digital Indonesia di daerah ini, sembari menegaskan yang mana Minut adalah yang pertama di Indonesia Timur yang mengaplikasikan teknologi Internet of Things (IoT) secara penuh pada Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa, Sekretariat Daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Dijelaskannya, Pemerintah Republik Indonesia telah bekerja keras membangun konektivitas nasional kita. Konektivitas digital harus tetap berpegang teguh kepada kedaulatan bangsa di tengah globalisasi dan hiperkompetisi sekarang ini. Integrasi perangkat dan barang-barang teknologi yang sudah ada dengan IoT ini, melalui puluhan sensor-sensor yang berkomunikasi secara mandiri (Machine to Machine), dan setidaknya sudah jalan 10% Machine Learning atau Kepintaran Buatan yang seiring waktu, dengan terkumpulnya data, maka akan semakin memahami maksud dan tujuan perlindungan dan pencegahan kebencanaan, sebagaimana tujuan perangkat teknologi ini dibuat. Kebencanaan yang dimaksud adalah kebencanaan yang disebabkan oleh alam, dan non-alam didalamnya termasuk kegagalan teknologi, kegagalan kelistrikan dan aksi sabotase oknum tertentu.

Lanjut Bupati, kebergantungan kita terhadap teknologi tidak bisa lagi dipungkiri semakin tinggi, dimana semenjak dua tahun lalu, pandemi COVID-19 telah menjadi trigger (pemicu) dunia membuka Revolusi Digital 4.0, sehingga penatausahaan Pemerintah Daerah tanpa teknologi adalah kemustahilan, untuk itu, kita harus siapkan diri, dan perlu mendahului dan menguasai teknologi, agar menjadi alat bantu menuju kesuksesan.

Ungkap Bupati, kedaulatan dan kemandirian digital harus menjadi prinsip penting dalam transformasi digital kita, sehingga kita harus memastikan transformasi digital jangan hanya menguntungkan pihak luar, jangan hanya menambah impor, karena ini merupakan penegasan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pengaplikasian teknologi Internet of Things (IoT) secara penuh pada Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa, Sekretariat Daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dilakukan oleh perusahaan start-up lokal di Provinsi Sulawesi Utara, dengan kandungan komponen mentah 45% dari negara luar, dan 55% dari kandungan komponen mentah dari Indonesia sendiri. Sistem ini dibangun dengan menganut Sumber Terbuka (Open Source) yang dibuat oleh putra daerah, maka sangat memungkinkan untuk pengembangan lanjutan kedepan dan fungsi yang lebih baik lagi.

Akan maksud tersebut, Bupati Minut pilihan rakyat ini bertekad untuk membangun daerah ini dengan segala kemajuan dan alat bantu teknologi kelas dunia, tanpa mengesampingkan kelestarian alam dan lingkungan, agar kita tidak hanya terpana memandang negara lain, namun kita berada sejajar atau bahkan lebih dari mereka.

Pada kesempatan itu, Kepala bagian Pengadaan Barang dan Jasa Minut Lidya Warouw, ST menyebutkan, sebelumnya perisiapan ini sudah kami godok sejak lima bulan lalu, dan hampir 75 persen persyaratan penilaian faktual 17 standar LPSE Kabupaten Minahasa Utara, berbasis teknologi dengan inovasi IoT untuk mendukung terciptanya pelayanan prima, sehingga inovasi ini merupakan wujud nyata dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Joune J. E. Ganda, SE dan Kevin Wiliam Lotulung, SH.MH. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published.