Hampir Dua Bulan Terbengkalai, Pekerjaan Drainase Di Kauditan Akhirnya Memakan Korban

PDAM DUASUDARA HADIRKAN SISTIM PEMBAYARAN ONLINE MELALUI APLIKASI GOPAY
August 6, 2020
MJL-MDT Resmi Kantongi SK Calon Walikota Dan Wakil Walikota Dari Partai NasDem Dan PKPI
August 26, 2020

KAUDITAN – Proyek pengerjaan saluran air (drainase) yang akan dijadikan tempat mengalirkan air pembuangan dari jalan tol Manado-Bitung yang ada di desa Kauditan Satu Kecamatan Kauditan sejak awal pengerjaannya sudah dikeluhkan oleh warga.
Pasalnya sejak awal pengerjaan, paket pekerjaan yang sesuai papan plang pengaman dikerjakan oleh PT Bentara Prima, terkesan hanya dikerjakan secara asal-asalan dan parahnya lagi sudah hampir dua bulan sampai saat ini proses pengerjaan drainase tersebut telah dibiarkan terbengkalai.


Menurut Jefri, warga Kauditan Satu, proyek drainase ini sejak mulai dikerjakan memang telah terlihat ketidak-becusan dari pihak kontraktor.
“Sejak awal telah terlihat gelagat yang kurang baik dari pihak kontraktor dimana saat melakukan penebangan sejumlah pohon ada beberapa kabel jaringan internet yang terhubung ke sejumlah rumah yang terputus tapi hanya dibiarkan, dan terpaksa nanti pemilik yang melaporkan ke telkom untuk melakukan perbaikan,” ujar Jefri.
Lebih lanjut Jefri menuturkan bahwa selain jaringan telepon, pihak kontraktor juga membongkar puluhan plat deker (Jembatan) di depan rumah warga tanpa meminta permisi terlebih dahulu dan diganti dengan papan yang tidak sesuai dan membahayakan warga.
“Plat deker di depan rumah saya telah dibongkar tanpa permisi kendati saat itu ibu saya ada di depan rumah dan diganti dengan dua lembar papan,” beber Jefri ketus seraya mengatakan pasca dibongkarnya puluhan plat deker ini telah mengakibatkan beberapa warga jatuh ke got yang cukup dalam.


“Terakhir pada hari Senin (24/8) ada warga yang mengendarai motor terjatuh ke dalam got yang mengakibatkan patah tangan. Akibat kejadian ini saya meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas pekerjaan ini,” ungkapnya tegas.
Sebelumnya, menurut Windra Walanda, yang mengaku sebagai penanggung jawab proyek saat dikonfirmasi ketika sedang melakukan pengawasan pekerjaan beberapa waktu lalu mengatakan untuk anggaran proyek tersebut adalah satu kesatuan dengan proyek jalan tol Manado-Bitung sehingga papan proyeknya tidak perlu dipasang di lokasi pekerjaan karena telah terpasang di pintu tol yang ada di ring road.
“Proyek ini satu kesatuan dengan jalan tol Manado-Bitung sehingga papan proyeknya tidak perlu di pasang disini (pekerjaan drainase Kauditan) karena sudah ada di pintu masuk di ring road”, ungkap Windra.


Sementara itu Hukum Tua desa Kauditan Satu, Nancy Worung, kepada media ini mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi melalui telepon dengan Windra namun tidak ditanggapi.
“Saya telah berupaya untuk menghubungi pak Windra melalui telepon genggamnya namun telepon saya tidak diterima kendati nomornya aktif”, jelas Worung.
Adapun langkah selanjutnya yang ditempuh oleh pemerintah desa menurut Hukum Tua ini adalah membuat laporan ke pihak terkait dalam hal ini Balai Jalan XV.
“Karena tidak ada tanggapan dari penanggung jawab pekerjaan maka selaku pemerintah desa saya telah membuat laporan tertulis ke Balai Jalan XV,” pungkasnya.


Sementara itu dari pantauan media ini, pasca ditinggal pihak kontraktor, kondisi drainase yang terletak di ruas jalan Manado-Bitung di desa Kauditan Satu kondisinya sangat memprihatinkan.

Bahkan ada sejumlah titik yang pondasinya telah terpasang telah ambruk.
Disamping itu juga ada got yang sebelumnya telah digali akhirnya kembali ditimbun warga.(YodieR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.