Gerinda Sulut Gelar Ibadah Pra Natal, Panambunan : Damai Jangan Hanya Pada Tanggal 25 Desember Saja

Karya Bakti TNI Resmi Ditutup, Lomban Apresiasi Kolaborasi Kinerja TNI-Polri
December 11, 2017
Lomban Terima DIPA 2018 Dan Dua Piagam Penghargaan
December 12, 2017

Selasa, 12 desember 2017

 

 

Minut – Pengurus partai politik Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prov. Sulawesi Utara (Sulut), senin 11 Desember 2017, menggelar perayaan ibadah pra Natal dengan mengambil tema dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah ”Hendaklah Damai Sejahtra Kristus Memerintah Dalam Hatimu” Kolose 3 : 15a, yang dipusatkan di Kelurahan Sarongsong II Kecamatan Airmadidi Kab. Minahasa Utara (Minut) di halaman depan Panti Sosial Jhonatan Ministry Airmadidi.
Ibadah pra Natal ini dihadiri oleh ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto yang diwakili oleh Simon Mantiri, segenap pengurus pimpinan daerah Partai Gerindra baik dari tingkat Prov. Sulut, PAC Kabupaten/Kota dan para simpatisan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Gerindra Sulut Vonny A Panambunan yang juga adalah Bupati Minut dalam menyampaikan bahwa dirinya percaya Natal adalah pembawa damai suka cita bagi kita semua sehingga dirinya berpesan agar senantiasa damai itu wajib kita pelihara dalam diri kita untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ada damai diman damai suka cita itu bukan hanya pada tanggal 25 Desember saja tetapi Natal damai itu ada setiap hari, setiap jam, setiap saat, setiap menit dan setiap detik dalam hidup kita “. Ucap Panambunan.

Sementara itu, Mantiri dalam penyampaiannya dihadapan yang hadir menuturkan, sesuai dengan tema kita karena ini yang paling nyata dalam posisi kita sekarang dalam kehidupan bermasyarakat terutama sekarang lewat beberapa kontestasi pilkada diseluruh daerah, mungkin kita rasa seolah-olah ada timbul semacam kecurigaan, prasangka baik antara kita maupun kaum penganut agama lain. Sehingga pada saat ini kita juga semakin meyakinkan diri bahwa kita datang sebagai agen-agen untuk membawa kedamaian sehingga damai harus berada di hati kita. Sehingga lanjut Mantiri, sebagai umat Kristiani, kita terus berusaha membangun kesadaran bersama rakyat yang lain, kita semua sama-sama baku-baku bantu, baku-baku doakan, baku-baku sayang sesama warga Negara Indonesia dan tidak terlepas apa-pun agamanya, sukunya maup-pun latar belakangnya. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *