4 ASN Minut Di Tahan Kejati Sulut, Bupati JG Ambil Langkah Proses Sesuai Aturan ASN

img_20240409_130545107
Terima Kasih BKPSDM Minut, Desa Paslaten Liksel Pasca Bencana Baru Pertama Kali Dapat Bantuan
April 9, 2024
img_20240424_223741307
Anggota Dewan Minut Joseph Dengah Gelar “RESES”, Lahan Pekuburan Jadi Hangat Aspirasi Warga
April 24, 2024
img_20240423_204432177

Bupati Minut Joune James Esau Ganda, SE.,M.A.P.,M.M.,M.Si

Minut – Dugaan adanya korupsi pembebasan lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Mianahasa Utara (Minut) Maria W Maramis yang tengah didalami oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Prov. Sulawesi Utara (Sulut), sehingga pada Senin, 22 April 2024, Kejati Sulut telah menahan 4 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kab. Minahasa Utara (Minut) bersama 1 orang non (bukan) ASN.

Terkait penahanan 4 ASN ini, Bupati Minut Joune James Esau Ganda, SE.,MAP.,MM.,Msi angkat bicara.
Kepada media ini, Selasa, 23 April 2024, Bupati Joune J.E Ganda menyampaikan, dirinya mendukung penuh dan menghormati semua upaya dan langkah hukum oleh Kejati Sulut.
Selain mendukung proses hukum terhadap oknum ASN, Bupati juga akan bersikap tegas dan memproses sesuai aturan ASN yang sedang terjerat kasus hukum.

Bupati Joune J.E Ganda menegaskan, soal aturan yang berlaku pada ASN, yang mana dirinya telah memerintahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan telaan dan kajian, guna memastikan status Ke-4 ASN ini, karena dirinya berkomitmen untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta bebas praktek korupsi.

Diketahui, atas perkara lahan RSUD Maria Walanda Maramis yang tengah didalami oleh Kajati Sulut, telah ditetapkan tersangka sebanyak lima orang dan langsung dilakukan penahanan pada Senin kemarin.

Adapun kelima tersangka masing-masing , JK (eks sekda) sekarang menjabat Kadis Pangan, YM (ASN di RSUD Maria Walanda Maramis Minut/PPTK), S (ASN di Pemkab Minut/Pelaksana Bagian Pengadaan Barang dan Jasa), VL (ASN), dan ML (Wiraswasta/Pendeta Muda di Pelayanan GPDI).

Saat ini Kelimanya ditahan di Rutan Manado kelas IIA selama 20 hari terhitung tanggal 22 April 2024 sampai 11 Mei 2024 berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Tahap Penyidikan) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Bahwa tersangka YM, S, VL dan ML secara bersama-sama, dengan tersangka JK diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam pembelian lahan perluasan RSUD Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp19.763.500.000.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karenakan diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *