Selang Dua Bulan, Polres Bitung Sukses Ungkap Empat Kasus Narkoba

Cegah Penyebaran Covid – 19, Walikota Liburkan Siswa Dan Hentikan Sementara Finger Scan
March 16, 2020
Kebocoran Pipa Di Perum Meitha Ganggu Distribusi Air Di Sejumlah Wilayah
March 17, 2020

BITUNG – Kepolisian Resort Kota Bitung dibawah pimpinan Kapolres, AKBP F.X Winardi Prabowo SIK mengadakan Konfrensi Pers (Press conferences) terkait penangkapan dan pengungkapan empat kasus narkoba yang terjadi di kota Bitung pada rentang waktu dua bulan, yaitu sejak bulan Januari hingga Februari 2020.
Pada konfrensi pers yang di gelar di ruang pertemuan Polres Kota Bitung pada Senin (16/03/2020), Kapolres Winardi yang didampingi Kasat Narkoba Polres Bitung, AKP Jemmy CH Lewu serta sejumlah jajarannya mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengungkap empat kasus narkoba.
“Di satu bulan pertama kita telah melakukan upaya pengungkapan dan pengembangan kasus narkoba yang dilakulan oleh Polres Bitung dalam hal ini satres narkoba, dimana ada tiga laporan polisi yang diungkap. Yang pertama yaitu pada hari Jumat 10 Januari 2020 jam 22.30 kami telah melakukan penangkapan terhadap tersangka SS (35) warga Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari dan MK (23) warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir dengan barang bukti yang disita yaitu narkotika jenis shabu seberat 0,05 gram dan satu buah potongan serta satu buah alat hisap atau bong dan 3 buah korek api,” urai Winardi seraya menambahkan untuk pasal yang dikenakan yaitu UU nomor 35 tahun 2009 pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup untuk peredaran atau penjualan narkotika jenis shabu diatas 5 gram.
Kemudian untuk kasus yang kedua yaitu diungkap pada hari Minggu (23/2/2020), dimana untuk pengungkapan kasus tersebut dibawah pimpinan Kasat Narkoba, AKP Jemmy CH Lewu dengan tersangka RA (26) warga Kelurahan Bitung Barat II Kecamatan Maesa yang disuga mengedarkan obat keras tanpa ijin.
“Untuk kasus kedua ini, dari tangan tersangka berhasil diamankan 1.336 butir obat keras jenis Tryhexipinidhyl berwarna kuning, satu buah handphone, satu buku tabungan, serta uang tunai sejumlah 300 ribu rupiah. Adapun pasal yang dikenakan yaitu UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, tepatnya pasal 196 dan pasal 197 dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda 1 miliar,” ungkap Kapolres.
Selanjutnya kasus ketiga, yaitu pada tanggal 15 Februari 2020 Sat Narkoba berhasil menangkap HY (16) warga Kelurahan Wangurer Utara Kecamatan Madidir, dimana dari tangan tersangka berhasil disita barang bukti berupa empat buah jarum suntik, 6 mg Suboxon (golongan 3 narkotika) dan 4 butir Aprazolam (golongan 3 psikotropika).
“Untuk kasus ini dikenakan UU 35 tahun 2009 pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 tentang narkotika dan psikotropika dengan ancaman hukuman seumur hidup ataupun diatas lima tahun,” kata Winardi.
Untuk kasus terakhir yaitu pada tanggal 24 Februari 2020 di bawah pimpinan Kasat Narkoba Polres Bitung, berhasil menangkap JH (19) warga Madidir, dimana dari tersangka berhasil diamankan 2000 butir obat keraa jenis Tryhexipinidhyl warna kuning.
“Untuk pasal yang diterapkan pada tersangka ini yaitu UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 196 dan pasal 197 dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda 1 miliar,” ungkap Kapolres.
Disisi lain Kapolres menjelaskan bahwa kasus ini baru disampaikan saat itu karena pihaknya berusaha untuk mengembangkan guna mencari tahu pelaku lainnya yang terlibat dalam jarimgan narkotika, psikotropika maupun obat keras yang berhasil ditemukan.
“Sengaja kami baru ungkap saat ini karena sebelumnya kami berusaha untuk mengembangkan para pelaku lainnya yang terlibat didalam jaringan ini,” pungkas Kapolres.(YodieR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *