PUD Klabat Tepis Penyewaan Sebidang Petak Di Dalam Ruko Lokasi Terminal Airmadidi Sebesar 18 Juta Rupiah.

Secepatnya, 1030 Guru Akan Menerima Tunjangan Sertifikasi
December 14, 2018
Melalui Safari Natal, Bupati VAP Ajak Masyarakat Rayakan Natal Dengan Sederhana Dengan Penuh Suka Cita
December 18, 2018

Jumat, 14 Desember 2018

Keadaan Petak Di Dalam Ruko Di Terminal Tumatenden Airmadidi

Airmadidi – Adanya kabar yang mencuat pada penyewaan sebidang petak didalam ruko yang berlokasi di Terminal Tumatenden Airmadidi yang diduga dijadikan “Ajang Mancari” oleh pejabat tinggi pihak pengelola ruko yang dimuat disalah satu media, serta kabar yang disuarakan oleh Ketua organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Minahasa Utara Frengky Karamoy lewat beberapa media yang katanya ada orang luar mengklaim dengan harga 18 Juta Rupiah, ditepis oleh Direktur umum PUD (Perusahan Umum Daerah) Klabat Minahasa Utara Estrella Tacoh selaku pihak pengelolah gedung ruko tersebut.

Direktur utama PUD Klabat Estrella Tacoh, SE dalam menanggapi kabar tersebut kepada media ini, Jumat 14 November 2018, mengatakan bahwa walaupun ungkapan masih dalam “Dugaan”, itu sangatlah tidak benar dan tidak ada hubungannya dengan dirinya. Tacoh menegaskan, terkait pengurusan penyewaan ruko ada pada bagian Divisi Usaha Jasa Lain-lain (UJL) yang dipercayakan pada Leo Kalempow, yang walaupun selama ini tidak pernah bekerja sesuai tupoksinya dan selama memegang jabatan tidak pernah memberikan laporan hasil capaian kerja, namun masih diberikan gaji.

Sementara itu Kepala bagian Hubungan Masyarakat PUD Klabat Ardiles Katiandagho kepada media ini mengatakan, penyewaan sepetak pada ruko tersebut, pertahun sebesar Rp. 9 Juta 125 Ribu. Lanjut Katiandagho awal pembicaraan dengan Karamoy yang ingin menggunakan sebidang petak yang sebelumnya digunakan oleh penyewa atas nama Herry Rimporok sejak PUD Klabat dipimpin oleh William Luntungan, dan kini telah habis masa kontraknya, namun masih ada barang berupa pintu dan sekat berbentuk dinding sebagai batas bidang itu merupakan milik penyewa pertama, karena telah tertuang pada kontrak kesepakatan.

Terkait masih adanya barang teersebut, kepada media ini Katiandagho menjelaskan yang mana pada pembicaraan itu, pihak PUD Klabat hanya sebatas memberi pandangan kepada Karamoy, dari pada pintu dan sekat yang telah terbentuk akan dibongkar dan dibuat baru lagi, ada baiknya bertanya kepada pemilik barang tersebut yang kemungkinan pintu dan sekat yang telah ada akan dijual. Lanjut Katiandago, pembicaraan tawar menawar terjadi melalui telepon selulernya, dimana pemilik barang menyebutkan pembuatan pintu dan dinding sekat itu menghabiskan anggaran Rp. 18 Juta, akan tetapi pemilik barang ingin mendengar penawaran dari Karamoy, dan ditawar oleh Karamoy sebesar Rp. 2 Juta, namun pemilik barang tak menyetujui akan penawaran tersebut dan memilih untuk mengambil barang miliknya.
Diungkapkannya pula, dengan adanya penolakan dari pemilik barang, maka bila Karamoy ingin menempati petak tersebut, harga sewa hanya Rp. 9 Juta 125 Ribu, selama 1 tahun dalam keadaan semula (kosong). Lanjut Katiandagho, akan hal tersebut, tidak terjadi permasalahan dengan pihak KNPI dan akan segera dibuat kontrak tanda persetujuan. Akan tetapi lanjut Katiandagho, piahk PUD Klabat menunggu kedatangan Karamoy namun tidak kunjung tiba. Diungkapkannya, apabila persetujuan kontrak telah ditandatangani maka pembongkaran akan segera dilakukan dmana petak tersebut dalam ruko itu dikembalikan dalam bentuk semula.

Terkait hal tersebut, Karamoy saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa pemberitaan tersebut, pihaknya hanya sekedar berharap untuk mengingatkan terkait ketegasan bagi teman – teman PUD Klabat, dalam penyewaan tempat didalam ruko, dimana dirinya merasa heran ada pihak lain diluar PUD Klabat yang mengklaim ada barang miliknya disitu yang pembuatannya bernilai Rp. 18 Juta pada sebidang petak diruko tersebut. Hal ini yang sangat disesali oleh Karamoy, sehingga dirinya berharap jangan sampai ada orang lain yang ingin melakukan penyewaan di dalam ruko tersebut dan harus menghubungi pihak lain yang nantinya mengaku ada barang miliknya disitu dengan harga sekian. Namun lanjut Karamoy, akan hal ini, dirinya tidak menuding bahwa ada oknum yang bermain di PUD Klabat.(Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *