Demi Bangunan Ruko, Pemdes Likupang Dua Tega Hadiakan Genangan Air Di Rumah Warga

HUT MInut Ke- 15 Akan Dibuat Sederhana Namun Meriah, Panitia Kabupaten Terus Matangkan Persiapan
November 8, 2018
Ranperda APBD Tahun Anggaran 2019 Tingkat 1 Terfokus Pada Kegiatan Pro Publik
November 14, 2018

Senin, 12 November 2018

Komisi II Dewan Minut Tinjau Lokasi Di Desa Likupang Dua

Airmadidi -Sebagian warga desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur Kab. Minahasa Utara (Minut) sepertinya dipaksakan untuk menikmati kehidupan yang sangat tidak menyenangkan bila hujan turun di wilayah mereka. Hal ini dapat dibayangkan seperti apa yang diungkapkan oleh ketua Komisi II Dewan Minut Ir. Moses Corneles kepada media ini, Minggu, 11 November 2018 via Tlp. saat dikonfirmasi terkait adanya peninjauan lokasi yang terkena dampak banjir di desa Likupang Dua.

Ketua Komisi menuturkan, peninjauan lokasi yang dilakukan pada hari Senin, 05 November 2018 itu dikarenakan adanya keluhan warga Likupang Dua, yang dimana dampak banjir yang mereka alami sudah cukup lama terjadi namun sampai saat ini belum ada penanganan baik dari pihak Pemerintah desa (Pemdes) maupun Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minut. Lanjut Corneles, hal ini sangat disayangkan karena warga selama ini harus mengalami penderitaan yang cukup parah, terlebih hujan mengguyur wilayah tersebut. Ungkap Corneles, warga sempat menceritakan, diamana sebelum berdirinya bangunan ruko di sekitar wilayah itu, bila hujan turun, mereka tidak mengalami banjir atupun genangan air separah ini, karena ada saluran air yang langsung menuju ke muara.

Adanya masalah tersebut, menurut Corneles, sebaiknya sebelum mendirikan bangunan seharusnya pemerintah setempat telah memikirkan dampak yang akan terjadi, terlebih dampak yang merugikan masyarakat. Untuk itu lanjut Corneles, Komisi II mengharapkan secapatnya harus ada tindakan yang diambil oleh Pemerintah desa maupun Kabupaten untuk menangani masalah ini, agar supaya tidak terjadi genangan air sampai ke rumah warga yang saat itu dilihat secara langsung dimana genangan air sudah sampai berwana hijau bahkan kecoklatan sehingga menimbulakan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit. (Uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *