Dapat Dukungan Walikota, Bitung Siap Cetak Petani Milenial

GIA Segera Buka Rute Penerbangan Manado – Davao; Lomban: Dampak Positif Pasti Akan Sampai Ke Bitung
September 2, 2019
Perkembangan Ekonomi Makro Dinilai Terbaik, Pemkab Boalemo Pilih Studi Tiru Di Kota Bitung
September 4, 2019

BITUNG – Pertanian adalah sektor penting bagi Indonesia sebagai negara agraris tapi berbagai persoalan dilapangan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk benar-benar membuat sektor strategis ini menjadi primadona. Stigma buruk terhadap profesi petani yang terbangun selama ini menjadi salah satu penghalang kurangnya minat orang untuk menjadi petani.
Di negara-negara berkembang banyak anak muda berpendidikan tinggi justru mulai melirik usaha dibidang ini sebab mereka telah menyadari bahwa industri pertanian sebagai penghasil terbesar dari produk pangan yang merupakan kebutuhan primer umat manusia. Fenomena ini sangat positif dalam rangka regenerasi petani yang masih di dominasi oleh angkatan tua diatas 50 tahun.
Dalam upaya mendorong minat masyarakat terlebih generasi muda untuk terjun dalam kegiatan usaha tani yang dinilai memiliki prospek menjanjikan, seorang praktisi pertanian kota Bitung Henry Roy Somba, ST Menggagas Program Cetak Petani Milenial yang telah disampaikan kepada pemerintah kota dan telah disetujui Walikota Bitung Max J. Lomban untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.
Somba yang ditemui di kantor Walikota Bitung seusai melakukan pertemuan dengan Walikota pada Selasa (3/9/2019) mengatakan bahwa program ini secara teknis akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Bitung dengan menggandeng Organisasi Gerakan Petani Muda Indonesia Kota Bitung.
“Secara teknis, ini akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung dengan menggandeng Organisasi Gerakan Petani Muda Indonesia Kota Bitung,” terang Somba sambil menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari workshop, magang dan pendampingan usaha.
“Intinya menciptakan petani muda yang berorientasi bisnis dengan konsep usaha pertanian berbasis sosial (socioagropreneurship) dimana calon petani muda yang di bina mampu melibatkan petani lain disekitarnya untuk menjalankan usaha,” pungkasnya.
Sementara itu Walikota Bitung Max J Lomban menanggapi hal ini mengatakan memberikan apresiasi serta berterima kasih atas rencana dan upaya melibatkan kaum milenial untuk terjun dalam usaha kegiatan tani yang memang memliki prospek yang sangat menjanjikan.
“Selaku Walikota, saya berterima kasih sekaligus memberikan apresiasi terhadap upaya untuk melibatkan kaum milenial dalam usaha pertanian mengingat sektor ini memiliki masa depan yang cerah dan sangat menjanjikan,” ujar Lomban.
Walikota kemudian mengatakan akan mendukung penuh kegiatan ini dan akan terus berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk kemajuan sektor pertanian di kota Bitung.
“Saya akan mendukung penuh dan akan berupaya melakukan yang terbaik bagi kemajuan sektor pertanian di kota Bitung,” tutup Walikota.(YodieR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *