Cegah Penyebaran Covid – 19, Walikota Liburkan Siswa Dan Hentikan Sementara Finger Scan

Korvei Di Sejumlah Rumah Ibadah, Kapolres Bitung Ajarkan Makna Kebersamaan Yang Sesungguhnya
March 15, 2020
Selang Dua Bulan, Polres Bitung Sukses Ungkap Empat Kasus Narkoba
March 17, 2020

BITUNG – Berbagai cara terus diupayakan oleh pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid – 19) termasuk pemerintah kota Bitung, dimana pada hari Minggu (15/3/2020) Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban menggelar rapat bersama instansi terkait termasuk Kapolres, Dandim, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Sekolah SD dan SMP se-kota Bitung.
Dan dari rapat tersebut diputuskan untuk meliburkan seluruh siswa dari TK sampai SMP yang merupakan kewenangan dari pemkot Bitung selama 14 hari terhitung sejak tanggal 16 sampai dengan 27 Maret 2020 dan selanjutnya akan sekolah secara normal mulai tanggal 30 Maret 2020.
Untuk lamanya libur ini telah diatur dalam Surat Edaran bernomor 008/105/WK berisi 10 poin, yang diantaranya mengatur tentang lamanya libur.
Walikota dalam penyampaiannya mengatakan bahwa harus dipahami mengapa dan untuk apa harus 14 hari libur, karena 14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan.
14 hari itu mampu menghentikan laju penularan Covid-19, 14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang.
Mengapa?
Penjelasannya lanjut Walikota karena ketika seseorang kontak dgn apapun yg bisa menginfeksinya dengan Covid-19 maka harus ditunggu 14 hari minimal, jika tidak terjadi apa-apa maka orang itu aman.
Kemudian Lomban juga mengatakan bahwa libur 14 hari untuk memotong rantai penularan dan ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari itu, kenapa? seperti contoh, seorang anak mulai libur tgl 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15. Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan mengunjungi kumpulan orang, atau ketempat saudara, ke mall dan lain-lain. Seandainya dia jalan-jalan di hari ke 10 dan terlular Covid-19 di tempat yg ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14 atau 15 belum ada tanda-tanda dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dan seterusnya. Maka 14 hari libur sekolahnya itu, tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.
Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, harus membantu, warga harus kompak, yaitu patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat perlu.
Waktu 14 hari itu, berguna untuk saling pantau, jika ada orang yg menunjukkan gejala-gejala menderita serangan Covid-19, bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dengan orang lain dalam 14 hari itu.
Jadi, mari kita mengisolasi diri, untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat manusia
Oleh karena itu maka Lomban memohon agar hal ini dijelaskan kepada orang lain agar semua patuh dan pemerintah terbantu untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab jika tidak, maka 14 hari libur itu akan sia-sia.
“Saya meminta kerjasama dari seluruh orang tua untuk bisa mengawasi anak kita masing-masing selama libur ini,” ujar Lomban seraya menambahkan untuk siswa dapat belajar mandiri dan mengerjakan tugas yang telah diberikan dari sekolah, pungkas Walikota.
Sementara itu menurut Kabag Protokoler, Albert Sergius kepada media ini mengatakan bahwa selain meliburkan sekolah, Walikota juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah (KPD) di lingkup pemkot Bitung untuk absen finger print untuk sementara dihentikan sementara dan diganti dengan absen manual.
“Untuk finger print, sesuai arahan pimpinan akan dihentikan sementara dan digantikan dengan absen manual,” ungkap Sergius.(YodieR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *